Kamis, 30 Juli 2015

KOLESTEROL

KOLESTEROL

Kolesterol adalah zat yang fungsinya sangat penting bagi tubuh. Sebenarnya zat ini merupakan zat lemak yang dikenal sebagai lipid.  Produsen utama zat ini adalah hati, namun lipid juga bisa berasal dari makanan. Kadar lipid yang terlalu tinggi, disebut dengan hiperlipidemia, dapat memengaruhi kondisi kesehatan. Meski kolesterol tinggi tidak menyebabkan gejala apa pun, tapi tetap bisa membahayakan kesehatan.

Protein mengandung dan membawa masuk kolesterol ke dalam darah. Kombinasi dua zat ini disebut lipoprotein. Liporotein dibagi menjadi dua, yaitu lipoprotein pelindung atau kolesterol baik (HDL) dan lipoprotein berbahaya atau kolesterol jahat (LDL).
HDL atau lipoprotein dengan kepadatan tinggi disebut kolesterol baik karena HDL mengangkut kolesterol dari sel-sel dan kembali ke hati. Di dalam hati, kolesterol akan dihancurkan atau dikeluarkan oleh tubuh melalui kotoran.
Sedangkan LDL atau lipoprotein dengan kepadatan rendah adalah kebalikan dari HDL. LDL mengangkut kolesterol dari hati ke sel-sel yang membutuhkannya. Jika jumlah kolesterol tersebut melebihi yang dibutuhkan, maka kolesterol itu akan mengendap pada dinding-dinding arteri dan menyebabkan penyakit. LDL dikenal sebagai kolesterol jahat.
Kadar kolesterol dalam darah yang disarankan bisa bervariasi, tergantung apakah orang tersebut memiliki risiko lebih tinggi atau lebih rendah untuk terkena penyakit arteri. Jumlah kolesterol dalam darah bisa diukur dengan melakukan tes darah.
Menurut data WHO, sekitar 35% penduduk Indonesia mempunyai kolesterol yang lebih tinggi dari normal.

PENYEBAB KOLESTEROL TINGGI
Berikut ini adalah hal-hal yang dikategorikan sebagai gaya hidup yang tidak sehat sehingga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat pada darah.
§  Terutama bagi Anda yang merokok, pada rokok ditemukan sebuah zat kimia yang disebut akrolein. Zat ini dapat menghentikan aktivitas HDL atau kolesterol baik untuk mengangkut timbunan lemak dari tubuh menuju hati untuk dibuang. Akibatnya bisa terjadi penyempitan arteri atau aterosklerosis.
§  Kebiasaan  mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Hal yang paling berpengaruh terhadap kadar kolesterol dalam darah adalah tingginya kadar lemak jenuh dalam makanan tersebut.
§  Kebiasaan terlalu banyak mengonsumsi minuman keras.
§  Keengganan untuk berolahraga atau kurang melakukan aktivitas fisik.
Jika seseorang mengalami obesitas, maka dia memiliki kadar kolesterol jahat dan kadar trigliserida yang lebih tinggi dari kadar kolesterol baik. Berikut adalah contoh-contoh makanan yang tinggi kadar lemak jenuhnya:
§  santan
§  jeroan
§  otak sapi
§  daging kambing
§  daging bebek dengan kulitnya
§  kulit ayam
§  kerang
§  udang
§  cumi
§  telur burung puyuh
Trigliserida adalah jenis lain dari zat lemak yang terdapat dalam darah. Ada beberapa penyebab naiknya kadar trigliserida dalam tubuh seseorang,antara lain karena faktor genetik, kegemukan, terlalu banyak meminum minuman keras, dan terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung gula atau lemak tinggi.
Selain faktor gaya hidup, kondisi-kondisi mendasar lainnya yang bisa mengakibatkan naiknya kadar kolesterol, di antaranya adalah tekanan darah tinggi dan diabetes, kelenjar tiroid yang kurang aktif, penyakit hati, dan penyakit ginjal. Mengobati kondisi-kondisi mendasar tersebut dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.
Faktor-faktor tetap
Ada sejumlah faktor yang berkaitan dengan kolesterol tinggi yang tidak dapat diubah dan biasanya dokter menyebutnya sebagai faktor tetap. Faktor-faktor tetap tersebut meliputi:
§  Berketurunan Bangladesh, India, Sri lanka, atau Pakistan berarti lebih berisiko mendapatkan kolesterol tinggi.
§  Makin tua umur kita, makin tinggi kemungkinan untuk terjadinya penyempitan arteri atau aterosklerosis
§  Riwayat keluarga berpenyakit jantung dini atau stroke. Anda lebih rentan terkena kolesterol tinggi jika keluarga laki-laki Anda (ayah atau saudara kandung) terkena stroke atau penyakit jantung koroner di bawah usia 55 tahun. Anda juga rentan memiliki kolesterol tinggi jika keluarga perempuan Anda (ibu atau saudara kandung) terkena stroke atau darah tinggi di bawah usia 65 tahun.
§  Riwayat keluarga dengan kondisi terkait kolesterol seperti penyakit familial hypercholesterolaemia yang dialami keluarga dekat kita (orang tua, kakak, atau adik).
Kolesterol tinggi yang disebabkan faktor genetika di dalam keluarga disebut dengan familial hypercholesterolaemia. Satu dari lima ratus orang mewarisi kondisi ini dari orang tua mereka. Seseorang yang memiliki kondisi ini, biasanya tidak bisa menghilangkan kolesterol yang terdapat dalam darahnya dengan sempurna. Dan bagi mereka yang hidup dengan kadar kolesterol tinggi, berarti berisiko untuk mendapatkan gangguan jantung dini.
Jika Anda memiliki satu atau beberapa faktor risiko tetap seperti yang tertera di atas, sebaiknya cermati gaya hidup Anda dan semua kondisi mendasar yang mungkin Anda miliki.

 

 

Dampak dan penyebab kolesterol yang tinggi

 

·         Kolesterol dapat mengendap pada dinding arteri, maka aliran darah di jantung, otak, dan bagian tubuh lainnya bisa terhambat. Jadi kolesterol tinggi meningkatkan risiko seseorang terkena penyempitan arteri atau aterosklerosis, penggumpalan darah di bagian-bagian tubuh tertentu, stroke, baik kecil dan besar, dan serangan jantung.

·         Kadar kolesterol yang tinggi juga dapat menyebabkan rasa sakit di dada bagian depan atau pada lengan (angina) ketika seseorang tersebut stres atau melakukan kegiatan fisik. Selain itu kolesterol tinggi juga meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung koroner.
·         Jika tidak mengubah pola makan dan tidak berhenti merokok, penderita kolesterol tinggi akan lebih berisiko terkena stroke atau penyakit jantung. Pada rokok ditemukan sebuah zat kimia yang disebut akrolein. Zat ini dapat menghentikan aktivitas kolesterol baik atau HDL untuk mengangkut timbunan lemak menuju hati. Akibatnya bisa terjadi penyempitan arteri atau aterosklerosis.
·         Selain itu, risiko penderita juga meningkat jika dia menderita hipertensi, diabetes, atau memiliki keluarga yang menderita penyakit jantung atau stroke.
·         Kolesterol tinggi juga bisa disebabkan oleh suatu kondisi yang berasal dari keturunan yang disebut sebagai familial hypercholesterolaemia (FH). Kadar kolesterol penderita kondisi ini tinggi meski telah mengonsumsi makanan sehat.

Sebaiknya lakukan pemeriksaan kadar kolesterol

Seseorang disarankan melakukan pemeriksaan kadar kolesterol dalam darah jika dia kelebihan berat badan, mempunyai tekanan darah tinggi, berpenyakit diabetes, atau memiliki penyakit lainnya yang dapat meningkatkan kadar kolesterol.
Diagnosis kadar kolesterol juga dianjurkan jika seseorang memiliki keluarga dekat yang menderita penyakit akibat kolesterol, atau keluarga dekat yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular pada usia dini.
Bagi mereka yang pernah terdiagnosis memiliki penyakit jantung koroner, stroke kecil, atau penyakit arteri perifer juga akan disarankan melakukan pemeriksaan ini.

Cara mencegah atau menurunkan kadar kolesterol

 

·         Mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang adalah langkah utama yang bisa dilakukan dalam mencegah atau menurunkan kolesterol. Kandungan lemak dalam makanan harus rendah. Cobalah ganti konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dengan buah-buahan dan sayur-sayuran, serta sereal gandum. Dengan begitu, kadar kolesterol dalam tubuh akan tetap rendah.
·         Gaya hidup sehat juga bisa memberikan perubahan besar. Contohnya adalah dengan tidak merokok atau segera mulai melakukan olah raga secara rutin.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar