Jumat, 31 Juli 2015

KATARAK

KATARAK

Mengenal penyakit katarak mulai dari gejala, penyebab, faktor resiko, hingga cara pencegahan. Apa itu katarak? Katarak adalah kondisi lensa mata yang terdapat bercak putih seperti awan. Kondisi ini membuat pandangan mata terganggu. Katarak dapat mempengaruhi jarak pandang mata dan mata silau. Katarak umumnya tidak menyebabkan iritasi atau rasa nyeri.

Description: Mata KatarakBanyak kasus mata katarak berkembang secara lambat dan tidak mengganggu pandangan mata anda pada awalnya. Tetapi ketika noda putih pada lensa mulai muncul, maka kenyamanan penglihatan anda akan terganggu. Awalnya cahaya yang terang dan kacamata dapat membantu penglihatan mata anda.

Tetapi jika hal ini sangat mengganggu keseharian anda, maka operasi merupakan prosedur yang anda butuhkan. Kabar baiknya prosedur operasi pengangkatan katarak mata aman dan efektif untuk dilakukan. Selain itu, pemerintah kita sekarang sudah menyediakan operasi mata katarak secara gratis.


Gejala Katarak

Katarak biasanya tumbuh secara perlahan dan tidak menyebabkan rasa sakit. Pada tahap awal kondisi ini hanya akan mempengaruhi sebagian kecil bagian dari lensa mata anda dan mungkin saja tidak akan mempengaruhi pandangan anda. Saat katarak tumbuh lebih besar maka noda putih akan mulai menutupi lensa mata dan mengganggu masuknya cahaya ke mata. Pada akhirnya pandangan mata anda akan kabur dan mengalami distorsi.

Tanda dan gejala katarak antara lain:


  • Pandangan mata yang kabur, suram atau seperti ada bayangan awan atau asap.
  • Sulit melihat pada malam hari
  • Sensitif pada cahaya
  • Terdapat lingkaran cahaya saat memandang sinar
  • Membutuhkan cahaya terang untuk membaca atau ketika beraktifitas
  • Sering mengganti kacamata atau lensa kontak karena ketidaknyamanan tersebut
  • Warna memudar atau cenderung menguning saat melihat
  • Pandangan ganda jika melihat dengan satu mata

Katarak tidak membahayakan kesehatan fisik anda sampai katarak menjadi parah. Kondisi yang parah ini dapat menyebabkan radang, nyeri dan sakit kepala.


Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab Munculnya Penyakit Mata Katarak

Seiring usia, fleksibilitas mata mengalami penurunan, begitpula dengan ketebalan dan kejernihan mata. Lensa terdiri dari air dan serat protein. Dengan bertambahnya usia, komposisi mata mengalami perubahan dan struktur serat protein mengalami penurunan. Beberapa serat protein akan menggumpal dan menyebabkan noda pada lensa mata.

Ada tiga jenis katarak, diantaranya adalah :

A. Nuclear
Katarak terjadi tengah lensa. Pada tahap awal akan ada perubahan pada fokus cahaya. Untuk sementara waktu anda akan mengalami kemajuan penglihatan khususnya dalam membaca. Tetapi kemudian penglihatan akan mejadi menguning dan terbentu noda putih pada lensa. Lebih lanjut lagi daya lihat akan memburuk dengan penglihatan menjadi coklat. Pada tahap yang parah akan sulit membedakan warna karena pandangan akan menjadi biru atau ungu.

B. Cortical
Katarak ini dimulai dengan terbentuknya noda pada lapisan luar mata. Proses ini berjalan dengan lambat. Kemudian noda ini dapat menjalar ke bagian tengah lensa dan mengganggu aliran cahaya ke pusat lensa. Orang dengan katarak jenis ini akan mengalami silau ketika melihat cahaya.

C. Subcapsular
Katarak jenis ini dimulai dengan terbentuknya area buram dibawah lensa. Katarak ini biasanya terbentuk di belakang lensa yang merupakan jalan cahaya ke retina mata. Katarak ini sering mempengaruhi kemampuan baca, mengurangi kemampuan melihat dalam cahaya terang dan menyebabkan silau atau lingkaran cahaya ketika melihat sinar di malam hari.

Ilmuan tidak mengetahui dengan jelas mengapa usia mempengaruhi perubahan lensa mata. Satu kemungkinan adalah rusaknya lensa karena molekul yang tidak stabil yang merupakan radikal bebas. Asap dan terkena sinar ultraviolet adalah dua sumber radikal bebas tersebut.

Usia bukanlah satu-satunya penyebab mengapa lensa mata mengalami perubahan. Beberapa orang lahir dengan katarak bawaan atau mengalaminya saat masa kanak-kanak. Katarak juga dapat disebabkan sang ibu terkena German measles (rubella) pada saat kehamilan. Penyakit ini juga dapat menyebabkan gangguan metabolisme tubuh.


Faktor Risiko Terkena Mata Katarak
Faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang terkena katarak antara lain :

  • Usia
  • Diabetes
  • Sejarah keluarga dengan katarak
  • Pernah mengalami cedera atau radang pada mata
  • Pernah mengalami operasi mata
  • Penggunaan corticosteroids dalam jangka waktu lama
  • Terkena sinar matahari secara berlebihan
  • Terkena radiasi ion
  • Merokok


Pencegahan Penyakit Katarak

Langkah yang dapat diambil untuk mengurangi kemungkinan terkena katarak antara lain :

  • Jangan merokok
  • Makan makanan dengan gizi seimbang
  • Lindungi mata anda dari pancaran sinar matahari
  • Menjaga kesehatan tubuh secara umum


KANKER PROSTAT

KANKER PROSTAT
Prostat adalah kelenjar kecil di panggul pria yang merupakan bagian dari sistem reproduksi. Prostat berada di bawah kandung kemih di depan rektum. Kelenjar prostat mengelilingi uretra, yaitu saluran yang membawa urin dari kandung kemih ke penis.
Prostat membantu menghasilkan cairan yang menyuburkan dan melindungi sperma. Ketika terjadi ejakulasi, prostat mengeluarkan cairan ini menuju uretra. Cairan yang dikeluarkan akan mengalir bersama dengan sperma sebagai air mani.

Ada kanker prostat yang bersifat agresif dan mampu menyebar dengan cepat. Tapi pada umumnya, kanker prostat tumbuh secara perlahan dan tidak menyebar.
Menurut data WHO, kanker prostat adalah kasus kanker paling umum urutan kedua pada pria. Diperkirakan sekitar 1,1 juta pria di seluruh dunia didiagnosis menderita kanker prostat dan terdapat 307.000 kasus kematian pada tahun 2012.
Kasus kanker prostat, berdasar data International Agency for Research on Cancer (IARC), pada tahun 2012 di Indonesia terdapat sekitar 13.600 kasus. Dengan angka kematian hingga 9.191 kasus.
Gejala Kanker Prostat
Kanker prostat mungkin saja tidak menimbulkan gejala apa pun pada tahap awal. Gejala kanker prostat akan muncul ketika prostat terlalu besar atau membengkak dan mulai memengaruhi uretra. Beberapa tanda dan gejala yang muncul ketika ini terjadi adalah:
§  Lebih sering buang air kecil, terutama saat malam hari
§  Merasa nyeri saat buang air kecil
§  Merasa kandung kemih selalu penuh
§  Darah dalam urin atau air mani
§  Tekanan saat mengeluarkan urin berkurang
Biasanya, tanda maupun gejala kanker prostat akan muncul ketika kanker sudah menyebar keluar dari prostat. Tapi gejala-gejala di atas tidak selalu disebabkan oleh kanker prostat. Kondisi di atas bisa saja disebabkan oleh infeksi saluran kencing.
Hingga kini, penyebab munculnya kanker prostat masih belum diketahui. Tapi faktor keturunan atau genetika dan usia seseorang bisa meningkatkan risiko munculnya kanker prostat.
Diagnosis Kanker Prostat
Ada banyak tes dan pemeriksaan untuk menentukan diagnosis kanker prostat. Tes yang paling umum untuk mendeteksi kanker prostat adalah:
§  Pemeriksaan fisik atau pemeriksaan colok dubur. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa ukuran kelenjar prostat.
§  Tes darah. Tes darah ini lebih dikenal dengan istilah tes PSA (prostate-specific antigenatau antigen khusus prostat). Tapi tes ini tidak hanya spesifik untuk mendeteksi kanker prostat karena kadar PSA juga bisa naik akibat kondisi lain seperti infeksi saluran kencing atau radang pada prostat.
§  Biopsi. Sampel jaringan prostat akan diambil untuk diperiksa di laboratorium


VAGINITIS

VAGINITIS

Vaginitis adalah infeksi atau inflamasi yang terjadi pada vagina. Kondisi ini umumnya disertai dengan indikasi yang meliputi munculnya keputihan atau perubahan warna, jumlah keputihan yang Anda alami, bau yang ditimbulkan, iritasi atau gatal-gatal pada vagina, rasa sakit saat berhubungan seks atau buang air kecil, serta flek atau pendarahan ringan.
Description: http://www.ilmukesehatan.com/wp-content/uploads/2015/01/Vaginitis-300x300.jpg

Meski demikian, ada juga pengidap yang mungkin merasakan gejala lain, misalnya bau tidak sedap pada vagina (terutama setelah berhubungan seks) atau bahkan sama sekali tidak merasakan gejala.
Vaginitis memang bisa ditangani sendiri tanpa ke dokter, misalnya jika Anda sudah mengenal gejala-gejalanya karena pernah mengalami vaginitis dan sembuh sepenuhnya. Tetapi periksakanlah diri Anda ke dokter ketika Anda merasakan gejala-gejala yang tidak biasa atau perubahan pada vagina Anda, khususnya yang jika Anda:
§  Belum pernah mengalami infeksi vagina.
§  Merasakan gejala-gejala yang berbeda dengan infeksi vagina yang pernah Anda alami sebelumnya.
§  Berhubungan seks dengan lebih dari satu orang. Gejala vaginitis terkadang mirip dengan penyakit menular seksual.
§  Tetap mengalami infeksi vagina meski sudah menggunakan obat antijamur yang dijual bebas.

Penyebab dan Faktor Risiko Vaginitis

Jenis vaginitis yang dialami pasien umumnya ditentukan berdasarkan penyebabnya yang sebagian besar dapat berupa:
§  Infeksi jamur atau bakteri. Pada kondisi normal, vagina memang memiliki sebagian kecil sel-sel jamur atau bakteri tanpa menyebabkan gangguan apa pun. Tetapi infeksi akan terjadi jika jamur atau bakteri tersebut berkembang biak tanpa terkendali.
§  Penyakit menular seksual, seperti trikomoniasis, chlamydia (klamidia), dan herpes genital.
§  Iritasi akibat bahan-bahan kimia, misalnya karena kandungan sabun, pewangi pakaian, atau kondom yang memicu reaksi alergi.
§  Membasuh bagian dalam vagina.
§  Atrofi vagina, yaitu penipisan dinding vagina karena penurunan kadar estrogen setelah menopause.
Selain penyebabnya yang beragam, terdapat banyak faktor lain yang bisa meningkatkan risiko Anda untuk mengidap vaginitis. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:
§  Perubahan hormon, misalnya karena menopause, hamil, atau menggunakan metode kontrasepsi hormonal.
§  Aktif berhubungan seks, terutama jika Anda memiliki lebih dari satu pasangan.
§  Mengidap penyakit menular seksual.
§  Efek samping obat-obatan, contohnya antibiotik dan kortikosteroid.
§  Penyakit diabetes yang tidak diobati dengan baik.
§  Menggunakan produk pembersih daerah intim, misalnya sabun sirih.
§  Mengenakan pakaian lembap atau ketat.

Diagnosis dan Pengobatan Vaginitis

Langkah awal dalam proses diagnosis vaginitis adalah dengan menanyakan gejala-gejala yang dialami, riwayat kesehatan pasien, serta memeriksa kondisi vagina. Dokter kemudian akan mengambil sampel cairan vagina untuk diperiksa di laboratorium. Proses ini dilakukan untuk mendeteksi penyebabnya.
Setelah mengonfirmasi hasil diagnosis, dokter akan memberikan metode pengobatan yang sesuai dengan penyebab di balik vaginitis yang dialami pasien. Langkah pengobatan yang diberikan biasanya meliputi obat antijamur dan/atau antibiotik.
Sesuai namanya, obat antijamur diberikan untuk mengatasi infeksi vagina akibat jamur. Sementara antibiotik dianjurkan untuk pengidap vaginitis yang disebabkan oleh bakteri.
Jika vaginitis yang dialami pasien adalah akibat penurunan hormon estrogen, dokter akan merekomendasikan terapi penggantian hormon. Terapi ini akan menggantikan hormon estrogen alami tubuh.
Sedangkan dalam menangani vaginitis akibat reaksi alergi terhadap bahan-bahan kimia, pasien disarankan untuk menghindari substansi pemicu alerginya. Dokter juga terkadang memberikan obat oles estrogen untuk meredakan gejala-gejala vaginitis.
Selain obat-obatan, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk meringankan gejala, sekaligus mempercepat proses penyembuhan. Langkah-langkah sederhana tersebut meliputi:
§  Menjaga agar vagina dan sekitarnya tetap bersih serta kering. Pastikan Anda menggunakan sabun tanpa bahan pewangi dan menyekanya hingga benar-benar kering. Hindari berendam air hangat selama infeksi belum pulih sepenuhnya.
§  Jangan membasuh bagian dalam vagina.
§  Gunakan kompres air dingin untuk mengurangi ketidaknyamanan pada vagina.
§  Kenakan pakaian dalam yang tidak ketat dan berbahan katun.
Vaginitis memang tidak berakibat fatal. Meski demikian, vaginitis yang dibiarkan dapat menyebabkan komplikasi-komplikasi tertentu, misalnya lebih rentan terinfeksi penyakit menular seksual seperti klamidia dan HIV. Bagi pengidap yang sedang hamil, vaginitis akibat trikomoniasis dan vaginosis bakteri diduga dapat memicu kelahiran prematur dan bayi yang lahir berisiko memiliki berat badan yang tidak memadai.


GONORE

GONORE

Penyakit gonore adalah salah satu jenis penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorhoeae. bakteri ini menyerang lapisan dalam saluran kandung kemih, uretra, rectum, bagian Serviks atau leher rahim, tenggorokan, dan bagian mata. Penyakit ini bisa juga menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah seperti menyebar pada bagian kulit luar dan persendian. 

Di indonesia penyakit Penyakit ini lebih dikenal dengan sebutan penyakit kencing nanah karena memanggejala dan ciri-ciri penyakit gonore yaitu mengeluarkan nanah dari saluran urin. pada wanita biasanya akan menyebabkan rasa nyeri pada panggul dan gangguan reproduksi. selain itu bahaya penyakit gonorejuga bisa menular pada bayi baru lahir sekalipun dari ibunya yang mengalami penyakit ini selama proses kehamilan. Seorang bayi yang terkena gonore ditandai dengan adanya pembengkakan pada kedua kelopak matanya dan mengeluarkan nanah. apabila tidak segera di tangani dan diobati hal ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan pada anak serta kebutaan.


Tanda dan gejala Penyakit Gonorrhea

Tanda dan gejala gonore / kencing nanah pada pria sangat mudah di ketahui yaitu terasa nyeri pada saat berkemih, rasa nyeri ini benar-benar khas dan tak tertahan kan seperti panas dan terbakar. selain itu  akan keluar cairan putih atau agak kehijauan dari saluran kencing seperti nanah. jika terdapat tanda-tanda diatas kemungkinan anda telah terinfeksi penyakit ini.

Tanda dan gejala penyakit gonore pada wanita sedikit lebih sulit di ketahui, karena gejala awal baru muncul antara 7-21 hari setelah penyakit terinfeksi. bahkan terkadang penderita malahan tidak merasakan gejala apapun selama beberapa minggu, dan baru baru mengetahui dirinya menderita penyakit tersebut setelah pasangan hubungan seksual nya ikut tertular. Namun ada juga yang menimbulkan gejala tetapi cenderung bersifat ringan. Tetapi beberapa penderita menunjukkan gejala yang sangat berat seperti rasa nyeri saat kencing, demam, nyeri pinggul saat berhubungan intim dan keluar cairan seperti nanah melalui saluran kemih, Infeksi  penyakit ini bisa menyerang Serviks, bagian rahim, dan saluran indung telur serta menyebabkan gangguan sistem reproduksi wanita.

Cara mencegah penyakit Gonorrhea

Cara pencegahan penyakit gonore yaitu dengan menghindari hubungan intim dengan mengganti-ganti pasangan, kita tidak pernah tau seseorang tersebut ada atau tidak nya menderita berbagai penyakit menular (PMS). Setia pada pasangan, jauhi sekks bebas itu adalah cara terbaik menghindari penularan gonore. artikel terkait waspada bahaya penularan kanker serviks

Pengobatan penyakit Gonorrhea

Penyakit gonore bisa disembuhkan dan termasuk mudah dalam penanganan nya asalkan mendapat perawatan yang cepat, tepat dan tidak terlambat. Jika anda mengidentifikasi Gejala-gejala gonorea seperti yang disebutkan diatas segeralah berobat dan konsultasi dengan dokter ahli penyakit kulit dan kelamin. jangan mengulur waktu dan jangan terlalu percaya dengan pengobatan herbal yang belum tentu terbukti. Biasanya nanti anda akan diberikan  3 jenis obat yang harus di habiskan selama 1 minggu pertama. kemudian anda harus kembali memeriksa kondisi penyakit anda ke dokter yang sama. lama masa pengobatan tergantung pada kondisi penyakit pasien.

Sekian update artikel website kesehatan kali ini yang berjudul Definisi, gejala dan cara pencegahan penyakit gonorrhea (kencing nanah). semoga berguna dan bermanfaat untuk semuanya. baca juga Syarat-syarat menjadi pendonor darah. thanks


Kamis, 30 Juli 2015

MARASMUS

MARASMUS

                Marasmus merupakan keadaan dimana seorang anak mengalami defisiensi energi dan protein. Umumnya kondisi ini dialami masyarakat yang menderita kelaparan. Gizi buruk tipe marasmus adalah suatu keadaan dimana pemberian makanan tidak cukup atau higiene jelek disebabkan oleh defisiensi karbohidrat.

EPIDEMIOLOGI

Pada umumnya masyarakat indonesia telah mampu mengkonsumsi makanan yang cukup secara kuantitatif. Namun dari segi kualitatif masih cukup banyak yang belum mampu mencukupi kebutuhan gizi minimum.
Departemen Kesehatan juga telah melakukan pemetaan, dan hasilnya menunjukan bahwa penderita gizi kurang ditemukan di 72% kabupatendi Indonesia. Indikasinya 2 – 4 dari 10 balita di Indonesia menderita gizi kurang.
Sesuai dengan survai di lapangan, insiden gizi buruk dan gizi kurang pada anak balita yang dirawat mondok di rumah sakit masih tinggi. Rani di RSU Dr. Pirngadi Medan mendapat 935 (38%) penderita malnutrisi dari 2453 anak balita yang dirawat. Mereka terdiri dari 67% gizi kurang dan 33% gizi buruk.
Penderita gizi buruk yang paling banyak dijumpai ialah tipe marasmus. Arif di RS. Dr. Sutomo Surabaya mendapatkan 47% dan Barus di RS Dr. Pirngadi Medan sebanyak 42%. Hal ini dapat dipahami karena marasmus sering berhubungan dengan keadaan kepadatan penduduk dan higiene yang kurang di daerah perkotaan yang sedang membangun dan serta terjadinya krisis ekonomi di ludonesia.

ETIOLOGI

Marasmus ialah suatu bentuk kurang kalori-protein yang berat. Keadaan ini merupakan hasil akhir dari interaksi antara kekurangan makanan dan penyakit infeksi. Selain faktor lingkungan, ada beberapa faktor lain pada diri anak sendiri yang dibawa sejak lahir, diduga berpengaruh terhadap terjadinya marasmus
Secara garis besar sebab-sebab marasmus ialah sebagai berikut:
Pemasukan kalori yang tidak cukup
Marasmus terjadi akibat masukan kalori yang sedikit, pemberian makanan yang tidak sesuai dengan yang dianjurkan akibat dari ketidaktahuan orang tua si anak; misalnya pemakaian secara luas susu kaleng yang terlalu encer.
Kebiasaan makan yang tidak tepat. Seperti mereka yang mempunyai hubungan orang tua – anak terganggu.
Kelainan metabolik
Misalnya: renal asidosis, idiopathic hypercalcemia, galactosemia, lactose intolerance.
Malformasi kongenital
Misalnya: penyakit jantung bawaan, penyakit Hirschprung, deformitas palatum, palatoschizis, micrognathia, stenosis pilorus, hiatus hernia, hidrosefalus, cystic fibrosis pancreas.

PATOGENESA

Pada keadaan ini yang mencolok adalah pertumbuhan yang kurang atau terhenti disertai atrofi otot dan menghilangnya lemak dibawah kulit. Pada mulanya keadaan tersebut adalah proses fisiologis untuk kelangsungan hidup jaringan, ubuh memerlukan energi yang tidak dapat dipenuhi oleh makanan yang masuk, sehingga harus didapat dari tubuh sendiri, sehingga cadangan protein digunakan juga untuk memenuhi kebutuhan gizi tersebut.

GEJALA KLINIS


Pertumbuhan berkurang atau terhenti
Konsipasi atau diare
wajahnya tampak tua
Mata tampak besar dan dalam
Lemak pipi menghilang
Apatis

KOMPLIKASI
Defisiensi Vitamin A
Dermatosis
Kecacingan
diare kronis
tuberkulosis

PENGOBATAN
Pengobatan rutin yang dilakukan di rumah sakit berupa 10 langkah penting yaitu:
1. Atasi/cegah hipoglikemia
2. Atasi/cegah hipotermia
3. Atasi/cegah dehidrasi
4. Koreksi gangguan keseimbangan elektrolit
5. Obati/cegah infeksi
6. Mulai pemberian makanan
7. Fasilitasi tumbuh-kejar (“catch up growth”)
8. Koreksi defisiensi nutrien mikro
9. Lakukan stimulasi sensorik dan dukungan emosi/mental
10. Siapkan dan rencanakan tindak lanjut setelah sembuh.

KWASHIORKOR

KWASHIORKOR

Istilah kwashiorkor berasal dari bahasa salah satu suku di Afrika yang berarti "kekurangan kasih sayang ibu". Kwashiorkor adalah salah satu bentuk malnutrisi protein berat yang disebabkan oleh intake protein yang inadekuat dengan intake karbohidrat yang normal atau tinggi. Dibedakan dengan Marasmus yang disebabkan oleh intake dengan kualitas yang normal namun kurang dalam jumlah.Jika marasmus umumnya terjadi pada bayi dibawah 12 bulan, kwashiorkor bisanya terjadi pada anak usia 1-3 tahun. Pertumbuhannya terhambat, jaringan otot lunak dan kendor. Namun jaringan lemak dibawah kulit masih ada dibanding bayi marasmus.  Beberapa tanda khusus dari kwashiorkor adalah:
  • Selalu ada oedema (bengkak), terutama pada kaki dan tungkai bawah. Sifatnya “pitting oedema”. Bayi tampak gemuk, muka membulat (moon face), karena oedema. Cairan oedema sekitar 5-20% dari jumlah berat badan yang diperhitungkan dari penurunan berat badan ketika tidak oedema lagi (pada masa penyembuhan).
  • Rambut berubah menjadi warna kemerahan atau abu-abu, menipis dan mudah rontok, apabila rambut keriting menjadi lurus.
  • Kulit tampak pucat dan biasanya disertai anemia.
  • Terjadi dispigmentasi dikarenakan habisnya cadangan energi atau protein. Pada kulit yang terdapat dispigmentasi akan tampak pucat. Sering terjadi dermatitis (radang pada kulit). Kulit mudah luka karena tidak adanya tryptophan dan nicotinamide, meskipun kekurangan zinc bisa juga menjadi penyebab dermatitis. Pada kasus kwashiorkor tingkat berat kulit akan mengeras seperti keripik terutama pada persendian utama. Bibir retak-retak, lidah pun menjadi lunak dan gampang luka.
  • Pada kwashiorkor, pengaruh terhadap sistem neurologi dijumpai adanya tremor seperti Parkinson yang berpengaruh terhadap jaringan (cabang) syaraf tunggal maupun syaraf kelompok pada otot. Seperti otot mata sering terjadi terus berkedip, atau pada pita suara yang menghasilkan suara getar serak/cengeng.
  • Perubahan mental juga terjadi misalnya bayi menjadi cengeng, apatis, hilangnya nafsu makan dan sukar diberi makan/disulang. Gejala anemia dan defisiensi mikronutrien juga sering dijumpai pada kasus ini.




Etiologi

Penyebab terjadinya kwashiorkor adalah inadekuatnya intake protein yang berlangsung kronis. Faktor yang dapat menyebabkan kwashiorkor antara lain.

1. Pola makan

Protein (dan asam amino) adalah zat yang sangat dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang. Meskipun intake makanan mengandung kalori yang cukup, tidak semua makanan mengandung protein/ asam amino yang memadai. Bayi yang masih menyusui umumnya mendapatkan protein dari ASI yang diberikan ibunya, namun bagi yang tidak memperoleh ASI protein adri sumber-sumber lain (susu, telur, keju, tahu dan lain-lain) sangatlah dibutuhkan. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai keseimbangan nutrisi anak berperan penting terhadap terjadi kwashiorkhor, terutama pada masa peralihan ASI ke makanan pengganti ASI.

2. Faktor sosial

Hidup di negara dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, keadaan sosial dan politik tidak stabil  ataupun adanya pantangan untuk menggunakan makanan tertentu dan sudah berlansung turun-turun dapat menjadi hal yang menyebabkan terjadinya kwashiorkor.

3. Faktor ekonomi

Kemiskinan keluarga/ penghasilan yang rendah yang tidak dapat memenuhi kebutuhan berakibat pada keseimbangan nutrisi anak tidak terpenuhi, saat dimana ibunya pun tidak dapat mencukupi kebutuhan proteinnya.

4. Faktor infeksi dan penyakit lain

Telah lama diketahui bahwa adanya interaksi sinergis antara MEP dan infeksi. Infeksi derajat apapun dapat memperburuk keadaan gizi. Dan sebaliknya MEP, walaupun dalam derajat ringan akan menurunkan imunitas tubuh terhadap infeksi.

Epidemiologi


Kasus ini sering dijumpai di daerah miskin, persediaan makanan yang terbatas, dan tingkat pendidikan yang rendah. Penyakit ini menjadi masalah di negara-negara miskin dan berkembang di Afrika, Amerika Tengah, Amerika Selatan dan Asia Selatan. Di negara maju sepeti Amerika Serikat kwashiorkor merupakan kasus yang langka.




DEHIDRASI

DEHIDRASI

Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan sehingga tubuh tidak punya cukup cairan untuk menjalankan fungsi normalnya.
Diare sampai saat ini merupakan penyakit yang paling sering menyebabkan dehidrasi. Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di antara masyarakat Indonesia.

Kandungan air di dalam tubuh manusia yang sehat adalah sebanyak lebih dari 60%. Upayakan untuk selalu menjaga kandungan air pada kadar yang ideal di dalam tubuh Anda karena fungsinya yang sangat penting, antara lain:
§  Pembentukan sel tubuh
§  Memperlancar sistem pencernaan
§  Mengeluarkan kotoran dan racun dari dalam tubuh
§  Memperlancar buang air besar
§  Pelumas dan bantalan untuk persendian dan mata
§  Media transportasi nutrisi untuk tubuh
Beberapa tanda-tanda awal dari gejala dehidrasi adalah Anda merasa haus dan pusing, jumlah urin berkurang dan berwarna lebih gelap, kulit kering dan sembelit.
Sedangkan pertanda yang muncul pada bayi yang mengalami dehidrasi adalah ubun-ubun bayi akan menyusut, saat menangis hanya ada sedikit air mata, popok tetap kering setelah beberapa jam, mudah mengantuk, dan kurang aktif.
Tubuh akan sangat terpengaruh meski kita kehilangan sedikit air. Sayang sekali, tidak ada alat pengukur yang bisa diandalkan jika tubuh membutuhkan air, terutama pada bayi dan anak kecil. Petunjuk yang cukup bagus adalah dari warna urin. Warna urin yang bening berarti tubuh Anda memiliki banyak air, sedangkan urin yang warna kuning atau kuning gelap akan jadi pertanda dari dehidrasi.
Penderita Dehidrasi
Semua orang bisa mengalami dehidrasi jika kehilangan terlalu banyak cairan di dalam tubuhnya, tapi beberapa orang memiliki risiko yang lebih besar.
§  Bayi dan anak-anak.
§  Orang-orang lanjut usia
§  Orang dengan penyakit kronis (penyakit jangka panjang) seperti diabetes dan gagal ginjal
§  Atlet
§  Orang-orang yang tinggal di dataran tinggi
§  Orang-orang yang berolahraga di tempat yang panas dan lembap
Penyebab Dehidrasi
Dehidrasi bisa dikaitkan kepada kondisi  iklim, aktivitas fisik atau olahraga, dan makanan Anda. Tapi penyebab utama dari dehidrasi adalah diare. Dehidrasi terjadi ketika tubuh kurang mengonsumsi cukup cairan atau kehilangan terlalu banyak cairan. Selain diare, dehidrasi juga bisa disebabkan oleh muntah-muntah, berkeringat berlebihan saat demam, dan berolahraga pada saat cuaca panas.
Tindakan Untuk Mengobati Dehidrasi
Dehidrasi bukan saja kondisi kekurangan cairan tubuh tapi juga bisa berarti kekurangan mineral tubuh. Pengobatan dehidrasi pada bayi dan anak kecil tidak bisa hanya diberikan air putih untuk menggantikan cairan yang hilang karena air bisa melarutkan mineral yang sudah rendah di dalam tubuh mereka, sehingga bisa membuat kondisi dehidrasi memburuk. Sebagai penggantinya, mereka bisa diberikan jus semangka atau jus buah yang lain, atau oralit (oral rehydration solution) yang bisa dibeli di apotek tanpa resep dari dokter. Tapi jus sebaiknya dihindari jika dehidrasi tersebut disebabkan oleh diare akibat konsumsi makanan terkontaminasi.
Jika merasa mengalami dehidrasi, minumlah banyak cairan. Anda bisa minum susu rendah lemak, jus buah, air kelapa, atau sup. Usahakan untuk menghindari minuman yang mengandung kafein dan minuman bersoda. Jika Anda mengalami dehidrasi karena diare, jus buah sebaiknya dihindari. Jika tidak dirawat, dehidrasi yang parah bisa menyebabkankejang-kejang, kerusakan otak, dan bahkan kematian.

CIRI CIRI DEHIDRASI :

§  Mulut kering
§  Merasa lelah atau kebingungan
§  Demam
§  Hanya sedikit berkeringat meski udara panas
§  Kulit kering, bila dicubit tidak cepat kembali, kurang elastis
§  Keluar darah dalam muntah atau kotoran
§  Denyut jantung cepat
§  Napas cepat
§  Tekanan darah rendah
§  Tidak buang air selama 8 jam
§  Tidak ada air mata saat menangis
Jika mencurigai bayi atau anak Anda mengalami dehidrasi, segera temui dokter. Atau jika Anda sudah minum banyak air, tapi gejala dehidrasi masih berlanjut. Segera pergi ke rumah sakit jika bayi Anda mengalami diare enam kali atau lebih sering selama satu hari terakhir atau ketika mereka muntah-muntah lebih dari tiga kali dalam sehari.
Untuk mencegah dehidrasi, minumlah banyak cairan dan makan makanan dengan kadar air tinggi.